Tampilkan postingan dengan label kamera. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kamera. Tampilkan semua postingan
Komponen Kamera DSLR

Komponen Kamera DSLR

20.27 0


Komponen-komponen tersebut antara lain:
1.      Lensa Kamera
Ketika membeli kamera DSLR kita biasanya akan ditanya oleh penjual apakah akan membeli body kamera saja atau kit [kamera+lensa], hal ini dikarenakan kamera DSLR dapat dipisahkan antara kamera dan lensanya. Beberapa kamera DSLR dapat menggunakan lensa yang berbeda merek, dan ada yang tidak bisa sama sekali. Ada kamera DSLR yang sudah dilengkapi dengan motor autofocus ada juga yang belum memilikinya.
Lensa berfungsi untuk memfokuskan cahaya hingga mampu mencetak gambar pada medium penangkap [film atau CCD/CMOS]. Pada bagian luar lensa biasanya terdapat tiga cincin yaitu cincin panjang focus, cincin diafragma dan cincin focus.
Pada dunia fotografi terdapat berbagai macam lensa, diantaranya adalah:
·         Fix lens [Lensa standar], lensa normal berukuran 50 mm dan memberikan karakter bidikan natural.
·         Wide angle lens [lensa sudut lebar], berguna untuk menangkap subjek yang luas dalam ruang sempit. Lensa ini membuat subjek terlihat lebih kecil daripada ukuran sebenarnya, sehingga kita dapat memotret banyak orang yang berjajar dalam satu ruangan yang sempit. Semakin pendek jarak fokusnya semakin lebar pandangannya. Lensa ini sangat tepat digunakan untuk acara seminar dalam ruangan dan pernikahan. Adapaun ukuran lensa ini mulai dari 17mm, 24mm, 28mm, dan 35mm.
·         Fish Eyes Lens [lensa mata ikan], lensa ini masuk ke dalam kategori wide angle lens dengan diameter 14mm, 15mm, dan 16 mm. Lensa ini memberikan pandangan 180 derajat dengan hasil gambar melengkung.
·         Tele lens [Lensa tele], lensa ini pada dasarnya merupakan kebalikan dari wide angle lens. Fungsi lensa ini adalah untuk mendekatkan subjek foto yang jauh, dan mempersempit sudut pandang. Lensa ini berguna untuk melakukan hunting foto terhadap objek yang jauh seperti di pegunungan, hutan, pantai dan lainnya.  Lensa ini biasanya berukuran 70mm ke atas.
·         Lensa zoom, lensa ini merupakan gabungan antara wide angle lens, fix lens dan tele lens. Ukuran lensa tidak fix misalkan antara 80-200mm, oleh karena itu lensa ini cukup flexible dan memiliki range lensa yang cukup lebar.
·         Lensa makro, lensa ini biasanya digunakan untuk memotret benda-benda yang sangat kecil.
2.      Viewfinder [pembidik]
Viewfinder merupakan komponen yang penting pada kamera DSLR, ada dua sistem bidikan kamera, yaitu: a) viewfinder type [jendela bidik yang terpisah dari lensa]; dan b) reflex type [bidikan lewat lensa].
Kamera SLR/DSLR menggunakan type yang kedua, mata seorang fotografer akan melihat melalui lensa. Hal ini dapat menghindarkan parallax, yaitu keadaan dimana fotografer tidak dapat melihat secara akurat indikasi keberadaan subjek melalui lensa sehingga ada bagian yang hilang ketika foto dicetak.
3.      Jendela bidik
Jendela bidik merupakan sebuah kaca yang di dalamnya  memuat penemuan jarak [range-finder], pilihan diafragma, shutter speed dan pencahayaan [exposure].
4.      Fokus
Merupakan bagian yang mengatur jarak ketajaman lensa sehingga gambar yang dihasilkan tidak burem.
5.      Shutter Speed
Merupakan kecepatan kamera dalam membuka dan menutup lensa, sehingga mempengaruhi banyaknya cahaya yang ditangkap oleh kamera. Skala shutter speed biasanya dimulai dengan B, ¼, ½ sampai 1/1000, hal ini mengartikan kecepatan pembukaan lensa, misalkan shutter speed yang kita pilih ½ maka shutter akan terbuka selama ½ detik.
Sedangkan tanda B berarti Bulb yang mengartikan shutter akan terbuka ketika kita menekan tombol dan menutup kembali ketika kita melepas tombol shoot. Yang pelu kita ingat adalah semakin lama kecepatan shutter speed yang kita pilih semakin banyak cahaya yang akan masuk ke dalam kamera.
Speed cepat dapat digunakan untuk mengambil objek foto yang bergerak. Namun, beberapa fotografer dapat memperoleh efek foto indah dengan memainkan speed, seperti menggunakan speed lambat kepada objek foto yang bergerak maka akan memperoleh gambar objek yang kabur namun background terlihat jelas.
Atau dengan menggunakan metode panning, yaitu menggerakan kamera bertepatan dengan menekan tombol mengikuti pergerakan objek foto. Metode ini dapat menghasilkan foto yang indah, yaitu objek foto yang bergerak akan jelas terlihat namun background menjadi blur.
6.      Diafragma
Diafragma biasa dikenal dengan kata aperture, memiliki fungsi untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke dalam kamera. Di kamera SLR/DSLR penulisan diafragma menggunakan lambing F, dengan skala F/2, F/2.8, F/4, F/16 dan seterusnya.
Cara bekerja diafragma ini adalah semakin kecil nilai F maka bukaan yang dihasilkan akan semakin lebar sehingga cahaya yang masuk semakin banyak, dengan artian hasil foto akan terlihat lebih terang.
Diafragma kecil biasanya digunakan untuk hasil foto yang tajam baik dari depan maupun background dan biasa digunakan untuk foto landscape yang membutuhkanhasil detail.
Diafragma besar biasanya digunakan untuk hasil foto dengan subjek yang tajam dan background blur.
7.      Depth of Field
Depth of field adalah besarnya jarak antara subjek yang paling jauh maupun paling dekat yang dapat terkena fokus tajam pada sebuah foto. Misalkan kita memotret barisan manusia, maka hasilnya akan terlihat manusia paling depan dan beberapa di dekatnya akan terlihat jelas, namun semakin ke belakang foto manusia akan terlihat blur. Fungsi dari depth of field adalah mengaburkan latar belakang yang dianggap tidak sesuai dengan subjek.
8.      Pencahayan [exposure/ISO]
Merupakan kuantitas cahaya yang diperbolehkan masuk, exposure [ISO] diukur dengan alat yang disebut light meter. Jika ligh meter menunjukkan kekurangan cahaya maka kita bisa memperkecil bukaan diafragma [F] dan memperlambat shutter speed. Namun, jika light meter menunjukkan kelebihan cahaya maka kita dapat memperbesar diafragma [F] dan mempercepat shutter speed.
Penggunaan ISO yang tepat adalah apabila kita menggunakan ISO yang tinggi maka kita hanya memerlukan sedikit cahaya agar gambar yang dihasilkan jelas. Sedangkan, apabila ISO rendah maka kita memerlukan cahaya yang banyak agar gambar menjadi jelas.
Macam - macam Kamera

Macam - macam Kamera

20.36 0

1.     Berdasarkan mekanisme kerja :
·         Kamera single lens reflex
Kamera ini memiliki cermin datar dengan singkap 45 derajat di belakang lensa, sehingga apa yang terlihat oleh pemotret dalam jendela pandang adalah juga apa yang akan di tangkap pada film. Umumnya kamera ini digunakan setinggi pinggang ketika dipotretkan.
·         Kamera instan
Istilah instan adalah dimilikinya mekanisme automatik pada kamera, sehingga berdasar pengukur cahaya (lightmeter atau fotometer), lebar diafragma dan kecepatan pemetik potret secara otomatis telah diatur.

2.     Berdasarkan teknologi viewfinder
Viewfinder memainkan peranan penting dalam penyusunan komposisi fotografi. Fotografer ahli biasanya akan lebih memilih viewfinder dengan kualitas baik dan mampu memberikan gambaran tepat seperti apa yang akan tercetak.
·         Kamera saku
Jenis yang paling populer digunakan masyarakat umum. Lensa utama tak bisa diganti,umumnya otomatis atau memerlukan sedikit penyetelan. Cahaya yang melewati lensa langsung membakar medium. Kelemahan film ini adalah gambar yang ditangkap oleh mata akan berbeda dengan yang akan dihasilkan film, karena ada perbedaan sudut pandang jendela bidik (viewfinder) dengan lensa.
·         Kamera TLR
Kelemahan kamera poket diperbaiki oleh kamera TLR. Jendela bidik diberikan lensa yang identik dengan lensa di bawahnya. Namun tetap ada kesalahan paralaks yang ditimbulkan sebab sudut dan posisi kedua lensa tidak sama.

3.     Berdasarkan jenis kamera dari masa ke masa :
·         Kamera Format Besar
Disebut kemera format besar karena ukuran dari kamera ini memang besar. Ukurannya kira-kira setara dengan kamera pada masa Leonardo da Vinci yaitu sebesar televisi atau radio. Kamera ini menggunakan film dalam ukuran besar dan berupa lembaran bukan dalam bentuk gulungan. Karena ukurannya yang amat besar ini, kamera ini digunakan hanya untuk membidik objek yang tidak banyak bergerak. Kaca pembidik terletak di belakang kamera. Fungsinya adalah untuk melihat objek dan tempat untuk meletakan film saat memotret. Hasil foto dari kamera format besar sangat bagus dan tajam. Ukurannya foto yang dihasilkan bisa dibesarkan hingga seukuran papan reklame tanpa mengurangi kualitas dan mutu gambar. Jenis kamera ini sering juga disebut view camera.

Beberapa dasawarsa pada awal fotografi, pembesaran foto sulit dilakukan dan mahal.
Hasilnya pun terkadang tidak memuaskan, hasilnya hanya gambaran yang serba kabur.
Banyak pemotret yang menggunakan kamera besar. Dan selalu saja kamera yang lebih besar dibuat bila ada permintaan untuk membuat foto yang semakin besar. Salah satu kamera yang amat besar adalah yang dibuat oleh C. Thurston Thompson, seorang fotografer Inggris pada tahun 1858. Spesialisasi Thompson adalah membuat foto reproduksi karya seni. Kamera Thompson panjangnya sekitar 3,6 meter untuk membuat foto sebesar 91 cm persegi. Namun kamera terbesar dibuat di Amerika Serikat sekitar tahun 1900 dan dinamakan "the Mammoth". Kamera ini dirancang untuk para pejabat perusahaan kereta api "Chicago and Alton Railroad Company" yang bermaksud membuat satu foto yang sempurna dari kereta api mewah mereka yang baru. Setelah tugas itu selesai, nasib kamera Mammoth mirip makhluk prasejarah yang namanya digunakan. Kamera itu lenyap tak pernah dibuat lagi, korban dari kebesaran ukurannya yang membuatnya serba kaku untuk dipindah-pindah.
·         Kamera Format Sedang
Kamera jenis ini merupakan perkembangan dari kamera format besar. Perubahan yang paling menonjol jika dibandingkan dengan kamera sebelumnya adalah pada bentuknya yang lebih kecil. Hal ini menyebabkan semakin mudahnya kamera dibawa kemana-mana. Film yang digunakan juga berukuran lebih kecil. Selain itu film juga tidak dalam bentuk lembaran lagi, namun sudah dalam bentuk roll atau gulungan. Tempat bidikan juga mengalami perubahan yaitu diletakan di atas kamera. Film yang sebelunya dijadikan satu dengan tempat bidikan tetap ditempatkan sendiri di belakang kamera. Terdapat perubahan pula dari segi cermin refleksi. Jika kamera sebelumnya masih belum ada, pada kamera jenis ini sudah ada. Proyeksi lensa tidak terbalik melainkan terlihat apa adanya seperti mata melihat langsung.
·         Kamera format kecil (SLR-35mm)
Kamera ini merupakan perkembangan selanjutnya dari kamera-kamera sebelumnya. Bentuk dari kamera ini lebih kecil dan film yang digunakan berformat film bioskop 35mm. Kamera ini dibuat dengan menggunakan sistem pencari ketajaman range finder, yaitu menggabungkan dua proyeksi lensa dari objek yang diabadikan. Oleh karena itu kamera ini disebut kamera range  finder. Untuk memudahkan mencari ketajaman, dibuat penta prisma di bagian atas kamera. Penta prisma sendiri adalah lima cermin berbentuk prisma yang berfungsi merefleksikan kembali mirror ke kaca pembidik. Kamera SLR-35mm adalah kamera yang banyak digunakan baik untuk pemotretan dalam maupun luar studio. Pada masa sekarangpun format kamera ini masih digunakan di beberapa kamera digital
·         Kamera istimewa
Melihat namanya yang memakai istilah istimewa, kamera ini memang memiliki keistimiwaan cara kerja yang berbeda dengan kamera lainnya. Kamera ini tidak mengunakan tombol kecepatan dan diafragma. Para fotografer tinggal mengklik tombol kamera dan foto akan jadi. Kamera ini juga tidak mempunyai fokus karena sudah dirancang sedemikian rupa untuk mengatur fokus di berbagai jarak. Hasilnya adalah gambar yang tajam kecuali pada jarak kurang dari satu meter. Beberapa contoh dari kamera jenis ini adalah kamera saku, kamera bawah air, kamera langsung jadi, kamera kedokteran dan sebagainya.
·         Kamera Polaroid
Kamera jenis ini memakai lembaran polaroid yang langsung memberikan gambar positif sehingga pemotret tidak perlu melakukan proses cuci cetak film.

 

Kamera Polaroid
·         Kamera Saku
Jenis yang paling populer digunakan masyarakat umum. Lensa utama tak bisa diganti,umumnya otomatis atau memerlukan sedikit penyetelan Cahaya yang melewati lensa langsung membakar medium. Kelemahan film ini adalah gambar yang ditangkap oleh mata akan berbeda dengan yang akan dihasilkan film, karena ada perbedaan sudut pandang jendela pembidik (viewfinder) dengan lensa.
Kamera Saku
·         Kamera Advance Photo System
Ciri utama dari kamera ini adalah film yang digunakan sama dengan film kamera 35 mm. Perbedaan yang ada hanya pada ukuran film ynag lebih kecil, begutu pula dengan bentuk kameranya. Hasil kamera advance photo system(APS) berbeda dengan hasil foto kamera 35 mm. Jika kamera 35 mm berupa negatif dan untuk memperoleh hasil positifnya harus dicetak maka hasil foto kamera APS hanya positif saja. Tetapi hasil foto itu tidak ditaruh dalam bingkai-bingkai kecil seperti halnya film positif(slide) kamera 35 mm, melainkan digulung kembali dalam wadahnya. Hasil foto kamera APS ini terbilang sangat bagus karena film terlindungi dalam kaset. Namun kekurangannya adalah biaya yang harus dikeluarkan untuk kamera dan film relatif mahal.

·         Kamera Digital
Kamera ini adalah perkembangan jenis kamera paling mutakhir dan masih digunakan sebagai ujung tombak dalam hal fotografi. Keutamaan dari kamera ini adalah adanya memory penyimpanan dalam bentuk digital yang terbuat dari unsur kimia. Data digital mudah dipindahkan dan bisa memuat banyak foto. Cara kerja kamera ini ada pada CCD yang menyerap cahaya dari objek yang dibidik. Disini cahaya diubah menjadi titik-titik yang jumlahnya mencapai ribuan, bahkan jutaan. Titik itu kemudian membentuk suatu foto. Jika titik yang didapat banyak dan rapat, maka gambar akan bagus dan padat, begitu juga sebalinya. Jumlah titik ini ditentukan oleh resolusi kamera.
Kamera jenis ini merupakan kamera yang dapat bekerja tanpa menggunakan film. Si pemotret dapat dengan mudah menangkap suatu objek tanpa harus susah-susah membidiknya melalui jendela pandang karena kamera digital sebagian besar memang tidak memilikinya. Sebagai gantinya, kamera digital menggunakan sebuah layar LCD yang terpasang di belakang kamera. Lebar layar LCD pada setiap kamera digital berbeda-beda.
Sebagai media penyimpanan, kamera digital menggunakan internal memory ataupun external memory yang menggunakan memory card.

Kamera Digital